Vandiko… Vandiko… Vandiko

oleh: Redaksi 36 x dilihat
mitsubishi mpv expander
banner 468x60

Pangururan (SDT)

Vandiko Timoteus Gultom dan Martua Sitanggang dipastikan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Samosir 2021-2024 menggantikan Rapidin Simbolon- Juang Sinaga (Rapberjuang). Ucapan selamat dan kegembiraan pendukung pasangan Vandiko-Martua yang akrab disebut VANTAS, menghiasi laman media sosial bertajuk Menuju Samosir Maju, setelah Mahkamah Konstitusi mengetuk palu menolak permohonan Rapidin Simbolon, Kamis (18/3) di Jakarta.

 

Vandiko…Vandiko…Vandiko seperti itu para pendukungnya memanggil nama bupati yang masih muda itu. Usianya masih 28 tahun. Menurut para pendukung, yang mayoritas pemilih Samosir (53,16 persen), sangat diharapkan mampu membawa perubahan di Samosir.

 

Vandiko-Martua yang diusung 6 (enam); partai Nasdem, Golkar, Hanura, Gerindra, Demokrat dan PKB sejak awal dinilai menjadi pesaing berat petahana Rapidin-Juang yang diusung PDI Perjuangan. Pada hal sesungguhnya ada 3 pasangan calon yang berkontestasi; salah satu yang lain pasangan purnawirawan TNI AL bintang satu Marhuale Simbolon-Guntur Sinaga.

 

Vandiko  yang masih lajang dan muda, sering diolok-olok pendukung Rapberjuang, sehingga membuat suasana Pilbub Samosir “memanas”. Apalagi pendukung Rapberjuang, sebagai petahana, merasa di atas angin. Banyak kata-kata yang keluar meremehkan anak muda itu. Namun semuanya membuat pendukungnya semakin solid.

 

Hingga KPUD Samosir menyelenggarakan pemungutan suara, pendukung Rapberjuang tetap merasa yakin jadi pemenang. Baru setelah perhitungan suara mulai tersadar pasangan Vandiko-Martua unggul 53,16 persen (41.806 suara), Rapidin-Juang 38,45 persen (30.238 suara) dan Marhuale-Guntur 8,98 persen (6.954 suara).

 

Setelah Rapberjuang kalah, lalu mengajukan gugatan ke MK. Vandiko­-Martua dituding melakukan money politik; mulai pembagian 60.000 karung beras, 60.000 parcel serta “togu-togu ro/TTR” sebesar Rp.900.000 s/d Rp.1 juta.

Namun oleh hakim yang diketuai Anwar Usman menolak gugatan Rapberjuang. Dalam amar putusan hakim, tudingan politik uang yang dituduhkan kepada Vandiko-Martua disebut tidak terbukti dan tidak beralasan. Artinya hakim MK menolak permohonan yang diajukan pemohon.

 

Setelah putusan MK tersebut, suasana “panas” di medsos antara pendukung Vantas dan Rabberjuang masih terasa. Namun banyak figur yang senantiasa mengingatkan agar setelah ditetapkannya Vandiko jadi Bupati Samosir, hendaknya perbedaan pilihan diakhiri untuk kebersamaan membangun Samosir. (Toba-1)

 

 

secara de facto menjadi Bupati Samosir terpilih. Kemenangannya sangat fenomenal pada Pilkada, 9 Desember 2020 lalu, mengingat kompetitornya adalah petahana Rapidin Simbolon dan seorang jenderal purnawirawan bintang satu Marhuale Simbolon.

 

Meski Vandiko menang telak dari petahana, tidak sertamerta bisa ditetapkan KPUD menjadi pemenang. Sebab pasangan Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga masih membawa sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

 

Pada Pilkada Samosir Desember 2020 lal, diikuti oleh 3 paslon, yakni nomor urut (1) Marhuale Simbolon-Guntur Sinaga yang maju lewat jalur independent. Kemudian  nomor urut 2 Vandiko Timoteus Gultom-Martua Sitangang pada nomor urut (2) yang diusung koalisi partai politik Golkar, NasDem, PKB, Demokrat dan Hanura. Sementara Rapidin Simbolon-Juang Sinaga nomor urut (3) diusung PDIP.

Sebagai catatan dari 9 kecamatan di kabupaten Samosir, Vandiko dengan jargon Pro Perubahan unggul di 8 kecamatan. Hanya di Palipi, petahana unggul.

“Kita tau banyak bully dan maki dari pihak sebelah, dari pihak yang tidak ingin adanya perubahan. Tapi saya salut lihat semua tim yang membalas itu semua dengan kasih,” ujar pria yang masih berusia 28 tahun ini.

Diketahui, jika nanti hasil pilkada sudah resmi diumumkan oleh KPUD Samosir dan pelantikan Bupati-Wakil Bupati dilaksanakan, Vandiko Timoteus Gultom menjadi salah satu bupati termuda di Indonesia.

Vandiko yang saat Pilkada berusia 28 tahun, salah seorang bupati termuda di Indonesia. Besar harapan masyarakat Samosir kepada pria lajang ini, membawa perubahan signifikan dalam pembangunan kabupaten termuda di Sumatera Utara itu.