SAMOSIR, MENUNGGU GEBRAKAN BUPATI MILINEAL

oleh: Redaksi 18 x dilihat
mitsubishi mpv expander
banner 468x60

Vandiko Timoteus Gultom secara de facto menjadi Bupati Samosir terpilih. Kemenangannya sangat fenomenal pada Pilkada, 9 Desember 2020 lalu, mengingat kompetitornya adalah petahana Rapidin Simbolon dan seorang jenderal
purnawirawan bintang satu Marhuale Simbolon.

Meski Vandiko menang telak dari petahana, tidak sertamerta bisa ditetapkan KPUD menjadi pemenang. Sebab pasangan Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga masih membawa sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Pada Pilkada Samosir Desember 2020 lal, diikuti oleh 3 paslon, yakni nomor urut (1) Marhuale Simbolon-Guntur Sinaga yang maju lewat jalur independent. Kemudian nomor urut 2 Vandiko Timoteus Gultom-Martua Sitangang pada nomor urut (2) yang diusung koalisi partai politik Golkar, NasDem, PKB, Demokrat dan Hanura. Sementara Rapidin Simbolon-Juang Sinaga nomor urut (3) diusung PDIP.

Sebagai catatan dari 9 kecamatan di kabupaten Samosir, Vandiko dengan jargon Pro Perubahan unggul di 8 kecamatan. Hanya di Palipi, petahana unggul. “Kita tau banyak bully dan maki dari pihak sebelah, dari pihak yang tidak ingin adanya perubahan. Tapi saya salut lihat semua tim yang membalas itu semua dengan kasih,” ujar pria yang masih berusia 28 tahun ini. Diketahui, jika nanti hasil pilkada sudah resmi diumumkan oleh KPUD Samosir dan pelantikan Bupati-Wakil Bupati dilaksanakan, Vandiko Timoteus Gultom menjadi salah satu bupati termuda di Indonesia. Vandiko yang saat Pilkada berusia 28 tahun, salah seorang bupati termuda di Indonesia. Besar harapan masyarakat Samosir kepada pria lajang ini, membawa perubahan signifikan dalam pembangunan kabupaten termuda di Sumatera Utara itu.