Kabupaten Toba, Mitos Bupati Satu Periode

oleh: Redaksi 35 x dilihat
mitsubishi mpv expander
banner 468x60

Balige, SDT

 

Ada yang unik perihal pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, sekarang menjadi Kabupaten Toba. Sejak kabupaten itu berdiri di awal reformasi belum ada bupati yang masa bhaktinya dua periode. Bupati pertama yang dipilih DPRD adalah Sahala Tampubolon. Namun pada pemilihan bupati berikutnya, setelah dilaksanakan pemilihan langsung (2005) ia dikalahkan Monang Sitorus yang saat itu santer disebut-sebut didukung pengusaha nasional Alm. DL Sitorus.Kemudian Monang Sitorus di tengah jalan terseret kasus korupsi. Dengan demikian secara otomatis tidak ikut pemilihan berikutnya. Dalam pemilihan langsung yang kedua, Kasmin Simanjuntak tampil sebagai pemenang.Lagi-lagi, Kasmin tersandung korupsi hingga tak berkesempatan untuk berlaga di Pilkada kedua. Artinya Pilkada tanpa petahana.Pada Pikada 2015, Monang Sitorus yang telah bebas dari penjara, dan dibenarkan Undang- undang dengan membuat pernyataan terbuka sebagai mantan terpidana, kembali ikut kontestasi. Tetapi pemenangnya adalah Darwin Siagian, mantan pejabat PUPR di Papua. Pada Pilkada yang baru lalu (2020), petahana Darwin Siagian harus mengakui keunggulan Poltak Sitorus. Dengan demikian “mitos” satu periode untuk Bupati Toba pun tak terelakkan.